SOP IB BABI

STANDAR OPERASI PROSEDURAL PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN TERNAK BABI

  1. Melakukan pemanen semen segar pada ternak babi jantan pemacek pada kandang dummy.
  2. Melakukan penyaringan semen segar agar tidak terkontaminasi oleh kotoran, bulu, dan jeli yang berpotensi menyumbat lubang perforasi ujung gun.
  3. Memindahkan semen segar kedalam botol IB yang sudah disterilkan
  4. Melakukan sterilisasi gun IB dan diikuti dengan memasukan gun IB tersebut kedalam saluran reproduksi ternak babi betina yang sedang puncak birahi dengan memperhatikan teknis untuk mengoles sedikit cairan semen segar babi jantan tersebut pada ujung gun untuk melicinkan permukaan gun IB.
  5. Gun dimasukan ke dalam saluran reproduksi ternak babi betina birahi dengan cara memutar gun ke kiri secara perlahan hingga ujung preputium tiruan terjepit di cervix dengan indikasi setelah dimasukan dan dilepas tetapi gun tidak jatuh.
  6. Setelah gun saklak di servix, lengkungkan handel gun ke atas dan masukan tub dari botol IB berisi semen segar dan dipencet berulang-ulang hingga cairan semen masuk dan dihabiskan untuk satu ekor akseptor birahi tersebut.
  7. Setelah isi semen segar habis dimasukkan didiamkan sesaat sampai 10 detik dan diikuti dengan memutar handel gun kearah kanan diikuti memompa botol semen segar untuk menjaga cairan semen tidak keluar dari servix.
  8. Melakukan pencatatan kegiatan Ib meliputi nama dan alamat klien, lokasi dank ode akseptor.
  9. Setelah 18-21 hari post IB dilakukan observasi apakah terjadi birahi lagi atau tidak untuk menandai keberhasilan pelaksanaan kegiatan IB. Bila terjadi birahi lagi maka perlu dievaluasi teknis pelaksanaan IB sebelumnya dan dilakukan lagi IB tahap II jika bukan factor gangguan reproduksi akseptor oleh penyakit. Pengulangan IB hanya diperbolehkan sebanyak 2 kali, selebihnya dikonsultasikan dengan dokter hewan.

STANDAR OPERASIONAL PEMELIHARAAN TERNAK BABI PEMACEK:

  1. Petugas pemelihara ternak babi pemacek melakukan pembersihan kandang (dekontaminasi – menyingkirkan sisa organic, feses, urin, bulu) dengan menyapu dan menyiram kandang.
  2. Melakukan desinfeksi kandang dengan menggunakan bahan desinfektan setiap dua hari sekali.
  3. Memandikan ternak babi pemacek sehari 2 kali yakni jam 07:30 dan jam 15:30
  4. Menimbang pakan yang akan diberikan kepada ternak babi pemacek tersebut. Bulan pertama – bulan ketiga diatur per hari sebanyak 2 kg sedangkan memasuki bulan keempat dan seterusnya maksimal diberikan sebanyak 3 kg per hari dan dicatat dalam reording harian penggunaan pakan.
  5. Memberikan minum ternak secara ad libitum (terus-menerus).
  6. Melakukan pemanenan semen segar setiap dua hari sekali dan mencatat laporan produksinya.
  7. Melaporkan kepada dokter hewan segala hal ikhwal kejadian perkembangan kesehatan ternak babi pemacek setiap minggu sekali dan sewaktu-waktu dapat dilakukan laporan incidental apabila terjadi gangguan kesehatan ternak.
  8. Mencatat penggunaan obat, vaksin, vitamin, antibiotika dalam recording harian.
  9. Bertindak sebagai asisten inseminator ternak babi diantaranya membantu mencatat volume semen segar yang dipanen dan pelaksanaan IB.